Nabi Adam as, dosa waris dan haji

Posted on Juni 7, 2009. Filed under: pelajaran ma'rifat | Tag: |

gambar 1
Mengapa dosa waris tidak dikenal dalam ajaran Islam?
Dan mengapa dosa waris hanya dikenal dalam ajaran Kristen?

Terlepas dari pengaruh “rasul” Kristen, yakni paulus yang mengajarkan pentingnya penghapusan dosa waris yang diwariskan atas kesalahan nabi Adam as dan istrinya yang dianggap sebagai kesalahan akibat makan buah terlarang akibat digoda ular, (satu-satunya binatang yang ada di sorga versi Kristen dan dikutuk makan debu saja seumur hidupnya) sehingga mereka dianggap terusir atau diusir oleh Allah SWT dari surga yang indah. Sehingga oleh “rasul palsu” ini, mengajarkan kepada orang2 pemuja jesus itu harus melakukan pembabtisan. Guna menghapus dosa warisan itu.
Aneh bin ajaib, belum tau apa-apa sebagai bayi yang baru saja lahir, tapi sudah harus memikul dosa yang tidak pernah diperbuatnya. Itulah salah satu dogma Kristen. What ever that.

Namun kita tidak sedang membicarakan ajaran yang “aneh bin ajaib” itu.

Kita akan menggali makna mengapa nabi Adam as dan hawa harus turun ke alam dunia tamasya ini. Dalam ilmu tasawuf, sebagaimana yang diajarkan dalam pelajaran ma’rifat secara turun temurun oleh para raja-raja tasawuf hingga kepada kita Bahwa”
Karena kehendak Allah Subhanahu wa Taala jualah, agar dunia ini dipenuhi dengan manusia, maka adam dan hawa diperintahkan harus turun ke dunia;
Adam dan hawa, dengan suka cita mendengar dan turut kehendakNya;
sekalipun mereka harus meninggalkan Kerajaan Syurga yang indah dan Kekal; mereka harus memasuki dunia tamasya yang sunyi dan lenggang, lagi penuh dosa dan cela, lagi penuh susah dan sengsara;

Adam dan Hawa pun melangkah keluar meninggalkan Kerajaan Syurga yang indah dan senang, dengan sekejab;
Adam dan Hawa pun melangkah keluar.
Adam melalui pintu sebelah kanan;
“ Syidratul Yaqien”namanya, maka turunnya di Syafa.
Hawa, melalui pintu sebelah kiri;
“Ainal Yaqien”namanya, maka turunnya di Marwah.
Kedua tempat ini (syafa dan marwah) letaknya agak berjauhan;

Adam dan hawa telah menjadi orang asing yang benar, karena mereka telah berada didalam tanah perasingan, yang sungguh amat jauh dari tanah asalnya.
Syafa dan marwah, adalah dua buah bukit batu yang terdapat di lembah. Itulah Tanah Muqaddam, yakni Tanah yang terawal dipijak oleh kedua orang asing tersayang. Karena letaknya agak berjauhan, sungguh amat bingung dan ngeri, maka dengan hati yang berdebar-debar kedua orang asing itu berlari-larian kian kemari tujuh kali berulang-ulang mencari satu dengan yang lain, akhirnya di marwahlah kedua orang asing itu bertemulah seperti sedia kala.

Syafa dan marwah, adalah dua buah bukit yang terdapat di lembah di Makkatul Mukkarramah, kini berada di dalam Masjidil Haram, disebelah Barat Baitullah; karena Syafa dan Marwah itu adalah suatu tempat bersejarah yang terawal sejak kedua orang asing itu pertama kali memijak bumi yang fana ini, maka disanalah ditetapkan menjadi tempat “Saiy”
Bagi seluruh anak cucu Adam yang berkunjung untuk menjalankan Ibadah Hajji.
Bahwa pada saat pertemuan kedua orang asing itu, disebut hari” Jummat”
Yakni hari Pertemuan/perkumpulan yang mulia:
Amatlah senangnya hati kedua orang itu, karena merka telah dapat berbuat menurut kehendaknya.

Demikianlah kisah leluhur kita nabi Adam as dan hawa. Itulah mengapa dosa warisan tidak dianggap dan tidak akan pernah diyakini oleh muslim. Keduanya turun kemuka bumi ini semata-mata karena kehendak Allah SWT.
Semoga bermanfaat bagi yang membacanya dan diberikan karunia Allah bagi hati yang ikhlas atas tulisan ini.
amin.

Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 33 so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...