raja-raja tasawuf

Posted on Maret 12, 2009. Filed under: pelajaran ma'rifat |

sesudah Rasulullah kemudian oleh Imam Sjafii, sebarkan para syaichul arifin keseluruh penjuru alam dunia. termasuk semua ummat yang tersebar di penjuru timur Baitullah.
para syaich tersebut adalah raja-raja tasawuf, yang senantiasa arif dan bijaksana, serta adil dan benar.

mereka bagaikan pandu dan penunjuk jalan yang lurus dan benar.
penuntun dan penyelamat bagi yang para tamasya yang sebentar lagi harus kembali kealam asali, uchrawi yang baqa.

semua yang bernyawa harus kembali,yakni yang bertamasyah harus kembali.

inilah raja-raja tasawuf tersebut:
1. Syaich Syamsul Tabarriz
2. Syaich Sofyan Tauried
3. Syaich Ahmad Badarudin
4. Syaich Syamsuddin Sendrani
5. Syaich Mansyur Iraq

mereka berseru seraya mengulurkan tangan pengasihannya agar membimbing dan menuntun para tamasya dari bahtera-bahtera tamasya yang tersebar yang sedang mengarungi lautan yang tak bertepian, kearah tujuan yang benar dan tepat yakni pada
“satu yang esa”

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

13 Tanggapan to “raja-raja tasawuf”

RSS Feed for Feriadiisander's Weblog – Air kehidupan Comments RSS Feed

meskipun saya org biasa..tp g ada salahnya mencoba menjadi yang senantiasa arif dan bijaksana, serta adil dan benar…*ga harus jd raja kan..?*

kalo ada sejarahnya….naskahkan donk bang..biar kita baca tekhnik berdakwahnya mereka untuk pelajaran kita bersama…

@didien

benar banget bro…

@Ayruel chana

waduh, sori banget bro, saya nggak punya naskah dari raja2 tasawuf tersebut, tapi nama2 mereka diabadikan dalam ilmu tasawuf, dan sekarang ilmu mereka telah menyatu dan membathin kepada para tamasyah yang jumlahnya mungkin bisa dihitung. ilmu dari raja2 tasawuf tersebut, telah diturunkan dan sampai pada kita. khususnya mereka yang mempelajari hakekat dan ma’rifat.

salam.

baru denger nama2nya…. hihi

Spertinya kudu banyakin baca bukunya nih
masih lom sejauh ini perbaikan diri… udah lupa ma nama2 itu ataubahkan belum pernah baca 😀

orang2 hebat luar biasa

adil sejak dalam pikiran.

Salam bung.

SAYA HANYA INGIN TANYA DARI MANA ANDA BISA TAHU INI SEMUA

Uraikan donk, apa saja yang di ajarkan para raja tasawuf tsb biar kita2 kudu ngerti jg

Bila ingin mengetahui mereka “raja-raja tasauf” datanglah ke sebuah negeri yang berada di Timur… insya Allah atas izin dan ridho serta hidayah Allah SWT, anda pasti mengetahui.

wahh pasti ini orang ternate ya pak?

@”nama yg dsebutkan d’atas tdk asing d negeri kami,akan tetapi perlu d klarifikasi tentang nasab ilmunya dan perlu d’cantumkan asal mereka…Krn dari situ baru bisa dketahui,adakah hubungan mereka dgn imam syafi’i

Manjadda wajadda, siapa cari dia dapat. datang ke Ternate atau ke Tidore.

konon seorang ulama dari aceh yang bernama Syaikh Syamsul Tabarriz menerima ilmu dari Nabiyullah Khidir kemudian 4 orang yaitu Syaikh Sofyan Taurid, Syaikk Ahmad Badaruddin, Syaikh Syamsudin Santrani, Syaikh Mansur Iraq berguru kepada Syaikh Syamsul Tabarriz. Kemudian mereka pergi menuju pulau Buton dan mereka berpisah dengan syaikh Syamsul Tabarriz, 4 muridnya kemudian menuju Maluku Utara dan menyebarkan ilmu disana. Meskipun demikian tidak semua orang Maluku Utara mengetahui ilmu tersebut bahkan para guru tidak mau dipanggil dengan sebutan syaikh atau Jo Guru (bahasa Ternate) kecuali beberapa orang saja. Mereka tidak ingin dianggap istimewa dikalangan khalayak. Ilmu yang dimaksud biasa di sebut dengan ilmu orang tua-tua.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: