tentang sholat berjamaah, hadits yang meragukan

Posted on September 28, 2008. Filed under: serba-serbi |

diambil dari dialog saya di milis tetangga:

Perintah Alloh Ta’ala Untuk Sholat Berjamaah dan Ancaman Nabi Yang Sangat Keras Bagi Yang Meninggalkannya

“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’ (dalam keadaan berjamaah).” (Al Baqoroh: 43). Perhatikanlah wahai saudaraku, konteks kalimat dalam ayat ini adalah perintah, dan hukum asal perintah adalah wajib. Rosululloh telah bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku yang ada di tangan-Nya, ingin kiranya aku memerintahkan orang-orang untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan mereka untuk menegakkan sholat yang telah dikumandangkan adzannya, lalu aku memerintahkan salah seorang untuk menjadi imam, lalu aku menuju orang-orang yang tidak mengikuti sholat jama’ah, kemudian aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhori) Hadits di atas menunjukkan wajibnya (fardhu ain) sholat berjama’ah, karena jika sekedar sunnah niscaya beliau tidak sampai mengancam orang yang meninggalkannya dengan membakar rumah. Rosululloh tidak mungkin menjatuhkan hukuman semacam ini pada orang yang meninggalkan fardhu kifayah, karena sudah ada orang yang melaksanakannya. (Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al Asqolani)

Hanya Munafik Saja Yang Sengaja Meninggalkan Sholat Jama’ah Sahabat besar Ibnu Mas’ud rodhiyallohu’anhu berkata tentang orang-orang yang tidak hadir dalam sholat jama’ah: “Telah kami saksikan (pada zaman kami), bahwa tidak ada orang yang meninggalkan sholat berjama’ah kecuali orang munafik yang telah diketahui kemunafikannya atau orang yang sakit”. Lalu bagaimana seandainya Ibnu Mas’ud hidup di zaman kita sekarang ini, apa yang akan beliau katakan??? (Disarikan oleh Abu Hudzaifah Yusuf dari terjemah kitab Sholatul Jama’ah Hukmuha wa Ahkamuha karya Dr. Sholih bin Ghonim As-Sadlan) ================================================

disini justru saya ingin menyanggah pendapat tersebut.

“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’ (dalam keadaan berjamaah).” (Al Baqoroh: 43). ayat alquran yang diposting diatas, hanya menyerukan perintah kepada muslim bahwa sebagai seorang muslim haruslah melaksanakan sholat, menunaikan zakat dan rukulah bersama orang-orang yang ruku, artinya, menjaga persaudaraan ukhuwah dan silaturahim islam yang menyembah kepada tuhan yang satu yakni Allah SWT. kebersamaan dalam keislaman. tanda dalam kurung…dalam keadaan berjamaah itu,adalah tafsiran tapi bukan suatu ketegasan,

perhatikan kutipan hadits yang mereka pegang ini:

“Demi Dzat yang jiwaku yang ada di tangan-Nya, ingin kiranya aku memerintahkan orang-orang untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan mereka untuk menegakkan sholat yang telah dikumandangkan adzannya, lalu aku memerintahkan salah seorang untuk menjadi imam, lalu aku menuju orang-orang yang tidak mengikuti sholat jama’ah, kemudian aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhori)

…pernahkah terpikir oleh kita semua, seorang nabi besar yang berhati mulia, yang bahkan ketika hendak dicelakakan hidupnya pun oleh orang kafir, beliau malah mendoakannya dan berpasrah kepada Allah. lalu tiba2 dengan hadits diatas digambarkan, bagaimana nabi ini mempunyai niat dalam hati, hanya karena orang tidak bisa sholat berjamaah maka rumah2 mereka hendak dibakar olehnya? benarkah prilaku nabi ini sinergi dengan alquran?

…. saya sangat meragukan hadits ini,… ada saat dimana waktu kuliah dulu,..hampir2 terjadi pertumpahan darah, hanya karena hadits ini… jadi masgul…

lalu mereka katakan lagi, hanya orang munafik saja yang meninggalkan sholat berjamaah…

sungguh sangat naif….demikian sempitkah pengertian munafik itu yang dialamatkan kepada orang2 yang tidak sempat sholat berjamaah….

bukankah tiap-tiap orang memikul sendiri tanggung jawabnya(dosanya)? lalu kenapa pula nabi hendak membakar rumah seorang muslim hanya karena tidak bisa sholat berjamaah?

alquran; (17:13)

“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.

(17:14)

“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”.

(17:15)

“Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul”.

tidak ada paksaaan dalam memasuki islam, apalagi bila dia sendiri telah muslim, kenapa pula harus dibakar rumahnya?

alquran:

(2:256) “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

so, bagi saya antara sholat berjamaah ataupun sendiri, dua-duanya sama pentingnya

kenapa harus dibedakan? bukankah tujuannya sama? tak jarang dalam sholat sendiri saya merasakan

yang disebut, kenikmatan dalam beribadah/sholat.

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

30 Tanggapan to “tentang sholat berjamaah, hadits yang meragukan”

RSS Feed for Feriadiisander's Weblog – Air kehidupan Comments RSS Feed

pertamax…. 😀

sholat yuukkk…………..

assalamu’alaikum. peserta kedua ni…
lam knal dulu ya…
aku cuma mau ngajak mas feri liat hadits yang nabi pengin ngebakar rumah para sahabat yang gak sholat jama’ah.
fakta pertama, nabi gak bener-bener bakar kan? cuma sangat sangat amat sangat ingin benar melakukannya.
fakta kedua, nabi itu orang yang amat lembut. amat sayang kepada umatnya. banyak nash yang menguatkan fakta ini.
fakta ketiga, sahabat adalah generasi terbaik yang ada di dunia. Al Qur’qn sudah mengatakannya.
fakta keempat, sholat jama’ah lebih banyak kebaikan ketimbang sendirian. ini untuk sholat wajib lho. sholat sunnah lebih utama di rumah dan bersendiri sampai nangis kalau perlu. banyak riwayat yang menegaskannya.
sekarang……
coba kita rasakan. bagaimana kalau kita fahami bahwa karena rasa kasih sayang Nabi yang sedemikian tinggi kepada umat, maka Nabi berusaha dengan segala cara agar umatya mendapat semua kebaikan yang disediakan bagi mereka, juga kita. JADI bukannya Nabi tergambarkan sebagai sosok yang pemarah gitu….tapi suangatttt sayang kepada kita semua. hanya dengan cara yang agak berbeda saja pengungkapannya. kenapa beda? karena yang dihadapai adalah para sahabat. yang secara komplit sudah mengenal siapa Nabinya. yang mereka ini tak bakalan lari kalau diambil zakatnya. yang tak akan takut diajak berperang meninggikan syi’ar Islam. yang tak akan banyak bantahan kalau diajak beribadah. yang tak akan berkhianat, tak akan berbohong, tak akan meninggalkan agamanya karena kesulitan hidup yang mungkin dihadapi.
lalu sikap Nabi kepada orang kafir kok baik? wah mesti dilihat dulu kasusnya. diliat dulu konteks peristiwanya. kafir yang mana dulu. kalau dzimmi ya hak mereka dibaiki. tapi kalau harby ya mesti diperangi.
seorang pemimpin pasti sudah sangat memahami obyek kepemimpinannya. kepada siapa dia berkata dan bentuk interaksi lainnya.
bahkan anda sendiri kalau ditanya dengan hal yang sama oleh dua orang berbeda, akan anda jawab dengan metode yang berbeda pula. tergantung siapa penanyanya. ya kan?
nah, aku juga mau sedikit komen soal laa iqrooha fi ad-dien…..
anda sudah baca kitab tentang nasikh mansukh?
bukankah setelah beberapa waktu kemudian turun ayat-ayat saif yang isinya seruan untuk berda’wah mengajak seluruh manusia agar mau Islam dan beriman? mengajak dengan cara santun sampai kalau perlu berperang? boleh saja orang tidak dipaksa menjadi muslim, tetapi mereka mesti tunduk dengan aturan Islam dengan agama mereka sendiri. tentunya ada jizyah yang harus mereka tunaikan. dan aturan-aturan lain buat mereka.
ah….kembali ke sholat. benar Al Qur’an mengatakan bahwa hanya orang munafiqlah yang merasa berat dalam sholatnya (jama’ah). maunya sholat sendiri saja. lebih afdol katanya. sedang kalau sholatnya berjama’ah malah jadi riya`. begitulah Al Qur’an.
jadi……
sholat yukkkk….(spt kt mas inidanoe)
oh iya mampir ke blogku ya mas…..

sebelumnya saya mau ngucapin selamat idul fitri 1429 H kepada seluruh blogger yang berkunjung ke blog ane..

@inidanoe

siiplah…yuk sholat..

@habib

ya, gimana ya, mas habib,
saya terlanjur nggak mempercayai hadits tersebut,
meskipun nggak jadi dilaksanakan oleh nabi
tapi tetap saja niatnya sudah ada dan itu sangat melukai perasaan saya karena nabi muhammad adalah idola saya, yang bagi saya sangat nggak mungkin nabi melakukan ataupun berniat yang jelek demikian. hadits semacam itu sangat mungkin mendatangkan perselisihan dan kemudharatan yang nyata,…
tau nggak karena hadits ini pernah hampir terjadi pertumpahan darah, hanya karena sebagian orang yang mempercayai hadits ini, lalu dengan PDnya berhotba dimimbar lalu berkata
bahwa mereka yang tidak mau memakmurkan mesjid (sholat bersama/berjamaah) akan dibakar rumahnya sesuai perintah nabi….maka keluarlah orang sekampung membawa badik(semacam keris) dan parang…
jika mereka benar2 hendak melakukan hal itu..
esensinya terlalu jelas,…
orang yang kelihatan nggak sholat belum tentu nggak sholat dimata Allah, dan bisa jadi orang yang kelihatan sholat belum tentu tidak lebih buruk perbuatannya…
saya tidak menuduh yang enggak-enggak, tapi
ada sebagian militan yang kerjanya akhirnya membunuh disana-sini akibat pengetahuan agama yang sempit, ..bukankah terlalu jelas pula islam itu rakhmatan lil alamin…
islam datang untuk segenap alam semesta
yang membawa kedamaian kepada seluruh makhluk bukan saja mereka yang non muslim tapi juga hewan dan tumbuhan yang harus dilindungi…itu karena islam mengenal sebenar2nya arti cinta kasih dan kedamaian yang diajarkan oleh junjungan nabi….

itu pulalah yang membuat kami sangat mencintai islam hingga kami memilih islam…

terimakasih atas responnya, mohon maaf sekali lagi jika ada hal-hal yang kurang sejalan.
wassalam

waah…kalau cerita anda tentang badik dkk itu benar, kok gitu ya…. Nabi aja gak pernah ngelakuin kok. cuma barangkali bahasa saya, karena geregetannya nabi sampai ngancem gitu. tapi bener…..yang saya rasakan, ancaman Nabi itu cuma ‘gertak sambal’, cuma ingin menunjukkan betapa sayangnya kalau orang sampai ninggalin sholat jama’ah hanya karena kesibukan bekerja dan bentuk main-main lainnya….
soal beda rasa tak masalah wong tempatnya di dalam hati. yang penting kita tetap andil dalam perjuangan penegakan aturan Islam ini meskipun aturan itu akan tetap tegak tanpa andil kita….

Betul apa yang di bilang Pak Habib, mas Adi…Salah satu syiar paling gampang adalah mendirikan sholat berjamaah ( khususnya para laki-lakinya ). Ibadah bukan cuma sekedar cari “manteb2nya” aja, ada ajaran yg sudah nabi sampaikan, dan yg pasti tidak akan menyusahkan umatnya. Minal aidzin wal faidzin…kang

@abiehakim

minal aidhin wal faidzin juga ya kang abie

saya setuju, mari mendirikan sholat berjamaah,

cuma yang saya nggak setuju, jikalau karena satu dan laen hal orang nggak sempat atau nggak bisa sholat berjamaah, tiba2 akan dibakar dirumahnya…

saya pernah diskusi dengan teman2 yang mempercayai hadits tersebut,…
menurut mereka, …
mereka akan berdosa jika tidak melaksanakan sholat berjamaah, jikalau saya yang diajak untuk berjamaah, lalu saya tidak bisa ikut karena alasan saya, maka saya akan mendapat dosa, dan juga karena saya maka mereka akan mendapat dosa diakibatkan tidak jadi melaksanakan sholat berjamaah (semisal ada 2 orang saja,termasuk saya)…

lalu saya tanya, ..
karena saya tidak bisa berjamaah dengannya,
maka silahkan sholat sendiri saja,
dia bilang, harus berjamaah, maka kamu akan menanggung dosa, karena tidak berjamaah denganku…

wah,..aneh..kan?
padahal dalam sholat saya yang kelihatannya sendiri, dia nggak tau kalau saya sedang berjamaah juga…

definisi sholat berjamaah adalah, ada imam dalam sholat…sedang dia nggak tau kalau saya sholat sendiri, tapi saya punya imam…
hehehehe….

siplah,…perbedaan dan persfektik keilmuan itu adalah rahmat dan perbendaharaan,
karena kadang kita nggak sadar, kalau sebenarnya, tuhan memberi kita ilmu, sampai pada kemampuan kita,…
so, jadi takut saling menyalahkan,
mungkin lebih tepatnya, saling berbagi…
ya, to…
terimaksih kang abie…
wassalam.

tafsir alqur’an yg paling afdal di ikuti tentu tafsir dari ulama ahli tafsir, bukan penafsiran ummat yg awam. begitu juga dengan hadits

kalau ragu dengan hadits mungkin bisa diteliti sanadnya, jangan asal aja menentang karena tidak sesual logika, karena kadang yg kita anggap logika itu ternyata hawa nafsu 🙂

wassalam

@mu7ahideen

saya sepakat dengan anda,…
persoalannya, adalah apakah anda percaya jika saya solat sendiri sudah pasti nggak berjamaah?
jika anda nggak percaya, itu wajar….
karena ilmu tentang hal tersebut belum sampai pada anda, dan saya cukup respec dengan pemahaman anda,
semoga perbedaan bukan menjadikan perselisihan,
jelas sekali dalam alquran yang mengatakan;
“mengapakah mereka mendustai sesuatu hal sedangkan hal itu/pengetahuan tentang sesuatu itu belum sampai kepadanya….

tks, sudah mau menengok blog ini.
wassalam.

Shalat berjamaah zaman nabi ada hubungannya dengan konsolidasi ummat agar tetap bersatu, kompak dan terkontrol menghadapi orang2 kafir…
Apakah hadist itu shahih atau palsu saya pikir kita harus melihat dari sudut pandang manfaatnya.
Shalat jamaah diperlukan untuk memperkokoh ummat….
Memang ada beberapa hadist yang kalau kita renungi pake logika jadi gak masuk akal, akan tetapi masalah hadist ini bagusnya kita serahkan kepada Ulama yang ahli di bidang itu agar tidak terjadi penafsiran bebas yang justru akan membuat kita semakin bingung….

salam

@sufimuda
saya kira saya cukup sepakat dengan anda,
sholat berjamaah baik dizaman nabi ataupun sekarang adalah hal yang penting,
dalam konteks hadits yang dijadikan rujukan sebagaimana diatas, tidak ada salahnya jadi bahan renungan, kenapa?
karena banyak sekali hadits yang dipercaya sebagai pegangan sunnah namun sesungguhnya tidak shahih.
memang perlu pemahaman yang lebih tinggi untuk mengkaji hadits2 yang banyak beredar,
dan saya akui saya bukan ahli hadits umum tersebut.

Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur http://www.infogue.com/info/cinema/& http://www.infogue.com/game_online & http://www.infogue.com/kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
http://agama.infogue.com/tentang_sholat_berjamaah_hadits_yang_meragukan

Di,
percayanya kok sama hadits…..
mari kita semua buang semua hadits…..
buang semua yang ditempelkan ke nabi dan disebut sebagai hadits nabi, karena sesungguhnya hadits2 adalah buatan manusia….dan jangan jadikan hadits sebagai pegangan religious…..

Salam
LOGIC
(islam tanpa hadits)

Hai Blogger Bahhllooolll, (dan sekondan-sekondannya yang narcist). Apa modal loe, shg loe berani menolak kebenaran. Barangkali loe memang kadernya Iblis laknatullah, penyebar keraguan dan sak wasangka terhadap kebenaran. Ingat Kebenaran adalah milik Allah SWT semata. Dan di akhirat kelak Allah akan memutuskan siapa diantara kita yang benar. Tidak mungkin dua-duanya benar. Apakah kalian tidak berfikir, jika kalian yang benar maka kami hanya akan rugi karena capai-2 dalam mengamalkan sholat berjamaah. Sebaliknya, jika kalian yang salah, maka alangkah sabarnya kalian menghadapi adzab Allah yang sangat pedih (ini juga kalo kalian percaya, kalo nggak percaya, ingatlah bahwa tidak semua yang kita tidak percaya, mustahil akan terjadi. Bingung ? Dasar bahlool….ente )

@dudi

begitu kah cerminan anda?

“mereka menolak atau mendustakan sesuatu perkara/pengetahuan, padahal ilmu tentang hal tersebut, belum sampai padanya”

fanatik yang berlebihan tanpa ilmu
itu baru bahhloll namanya…

wassalam.

Bismillahirrohmanirrohiim
Assalamu alaikum…

Setahu saya nich bang adi…
Yang namanya sholat pasti berjamaah…
Bang adi sholat asar…saya pun sholat asar..
sholat subuh di sana disini pun akan dismbut dgn sholat subuh..begitu seterusnya setiap daerah yang dilewati matahari…
jadi …setiap waktu dibelahan bumi ini berjamaah bang adi..
sholat itu akan selalu ..apa yach namanya….kita contohkan sholat subuh…
mulai dari irja,maluku,sulawesi,kalimantan,jawa,sumatra…
sedetik pun tak hilang dari yg namanya subuh..
gitu dech kira2..mudah2an paham apa yg saya maksudkan…itulah jamaah…

Dan begini juga bang adi…
Sholat berjamaah bukan di mesjid saja…
di rumah pun bisa walau sendirian..
padahal kita tahu …bahwa kita …berjamaah …
baik di waktu yg sama atau di saat waktu masuk sholat…..waduch susah menjelaskannya…
mudah2an paham dech maksud dari saya…

^ayruel..

yap, yap, yap…
gue sokong..hehehe….

ini sedikit lebih sufisme…(even just a little)

@Mas Adi Isa
Hadits yang ingin @mas sanggah, biasanya digunakan oleh orang-orang khuruj….

Wassalam, Haniifa.

wah, saya baru tau juga tuh istilah khuruj..
apaan tuh bro?

Khuruj dipopulerkan dari India dan Pakistan sehingga jamaah khuruj lebih merasa abdol jika sempat ber-khuruj ke negara-negara tersebut.
Metoda Khuruj tadinya sangat baik yaitu mengajak umat islam agar memakmurkan mesjid, tahajud dan ‘itikaf di mesjid. Namun saya perhatikan sekarang-sekarang ini sudah mulai terjadi pergeseran.

Sisi buruk :
1. meninggalkan keluarga
2. adanya tingkatan mulai dari lamanya berkhuruj s/d daerah jelajah.
3. senantiasa mengenakan baju gamis dan celana/sarung diatas mata kaki, namun sekali berwudhu bisa digunakan 2x shalat, padahal menurut pemahaman saya setiap shalat wajib wudhu/tayamun/mandi… sebab air dan debu gratis.
4. Hadits yang @mas bahas, menjadi bumerang bagi dirinya sendiri… sebab merasa lebih mulia daripada orang diluar kalangannya.
5. Masjid kadang juga digunakan sebagai tempat mandi/masak dan rutinitas keseharian, sehingga tidak jarang bagi menjadi lebih kotor.
6. Cenderung takliq buta.

Sisi baik.
1. Mengajak orang memakmurkan mesjid
2. Tidak membeda-bedakan mesjid. golongan X dan Y.
3. Shalat tepat waktu.
4. Shalat senantiasa berjamaah.

Note:
Pemahaman saya pribadi berdasarkan hasil diskusi dan berinteraksi secara langsung dengan mereka, selain itu menurut saya ada kemiripan dengan Jamaah Islamiah/Lemkari/LDII jaman dulu.

Wahhh… kalau saya ungkap lengkap, mungkin panjang sekali @mas.

Wassalam, Haniifa.

Apakah Rasulullah dan para sahabat shalat fardhunya berjamaah di masjid atau tidak ? jika iya, yang kita contoh saja beliau….sederhana khan ?

daaaaaan “sok tahu” atau “sok paham” itu….tidak bagus !

mas hanifa, khuruj itu ada tingkatan harinya. Minimal ada 3 hari dalam sebulan, 40 hari minimal setahun dan minimal 4 bulan dalam seumur hidup. Batas 4 bulan ini diambil dari riwayat hadis ketika umar lewat didepan rumah seorang tentara muslim yang sedang fisabilillah. Istri umat mukmin tersebut sedang bersyair yang bila diterjemahkan adalah “bila bukan karena Allah maka akan aku buat ranjang ini bergoyang. yang secara harfiah berarti ia akan berzina bila tidak ingat Allah. Umar mendengarnya dan bertanya apa yang kamu katakan?. Wanita ini malau untuk menjawab sehingga umar bertanya apa yang terjadi?. wanita ini menjawab bahwa suaminya sedang fisabilillah dan sudah lama belum kembali. umar bergegas menjumpai istri rasulullah yaitu hafsah yang merupakan anak kandungnya. umar bertanya, berapa lama wanita sanggup bertahan ditinggal suaminya? hafsah menjawab 5-6 bulan. kemudian umar berjanji, aku tak akan menahan tentaraku berperang lebih dari 6 bulan.

kita yang melakukan khuruj tidak mengikat sampai tidak pulang2, bila ada keperluan boleh pulang dan kemudian kembali lagi ke mushalla/masjid tempat kita khuruj. yang paling berimbas dari khuruj ini adalah diri kita sendiri dimana kita bisa shalat dengan tenang, menghafal alquran dan hadis. yang terpenting kita diajarkan untuk mendidik kelarga dahulu sebelum khuruj.

@haniifa
tks atas infonya,and gimana kalau mas haniifa buat artikel khusus untuk itu, soalnya saya semakin penasaran.
nggak maksa lho..hehehee

salam hangat

@hanifa
hati2 jadi fitnah. kalo ingin melihat isi rumah sebaiknya masuk kedalam, jgn ngintip lewat lobang kunci nanti yg terlihat toiletnya, akhirnya jadi jelek dan fitnah. kalo ternyata mereka bid’ah mari kita tolak sama2. Tapi masuki dulu, pelajari dulu, ok?

tidak ada nama khusus utk orang2 yg suka beri’tikaf dan mengajak orang taat pada Allah ini. Cuma orang menyebutnya sebagai jamaah tabligh, jaulah, khuruj dll.
Jammah ini murni menghidupkan sunnah dan mengajak orang taat pada Allah.
Tentang sisi buruk:

1. Nabi dan para sahabat berkorban untuk agama. Agama ini tegak dan tersebar karena adanya pengorbanan mereka. Jamaah ini belajar berkorban juga, tp mungkin tidak sampai ke tahap para sahabat karena ketidak sanggupan umat dan cemoohan umat juga. baru saja meluangkan waktu sedikit untuk agama tantangan2 datang silih berganti.
polisi, tentara atau tkw itu meninggalkan keluarga, bahkan mati dinegeri orang tapi siapa yg menilai mereka buruk? Tapi ini Masya Allah, ada umat yg risau karena jauhnya kita dari sunnah dan belajar berkorban diri, harta dan waktu sudah dicap buruk…Sama2 berkorban, yg satu utk urusan dunia yg satu utk urusan akhirat, tp utk urusan akhirat manusia menyepelekannya.

2. Yg benar adalah Meningkatkan Pengorbanan utk agama. Saya khawatir tingkatan di sini di artikan seperti tingkatan sabuk kalau anda belajar karate.

3. Jgn sesekali memakai istilah “Menurut Pemahaman Saya”, Istighfar ente. Bukankah banyak sahabat yg sholat sepanjang malam sampai ke shubuh dengan wudhu Isya? kekuatan wudhu berbeda dg kekuatan tayamum. SEMUA yg ada pd diri Nabi SAW adalah baik dan menjadi sunnah. Mencontoh kehidupan Nabi dari bangun sampai tidur lg adalah tanda cinta kita pada beliau.

4.?

5. Betul, kadang masjid jadi kotor karena yg datang jamaahnya jorok. Tapi setiap pulang mereka bersih2 kok, perhatikan deh 🙂

6. ??

Carilah guru untuk memahami hadits nabi dan Al Quran, agar dapat memahami dengan ilmu yg lebih luas. Jangan sampai pemahaman yg kurang menjadi alasan tidak shalat berjamaah. Kalau sampai ada yang mau menumpahkan darah itu karena kurang memahami hadits nya, bukan berarti hadits ini salah. Hadits ini shahih . Semoga Allah selalu memberi Taufiq untuk kita semua.

Celakalah kamu wahai munafik! Segera hapus tulisanmu ini dan bertobatlah pada Allah. Sungguh perkataan perkataanmu ini adalah perkataaan yg dimurkai Allah dan menjauhkan orang dari agama. Sungguh siapa yang memahami agama dengan pemahamannya sendiri pasti ia sesat.

Solat jamaah di masjid tu wajib bagi laki2 mas bro. Azan itu panggilan Allah. Hadist ttg kewajiba berjamaah dimasjid bnyak hadist dan ayatnya. Kalo km gak tau dan Kalo km meragukannya gak usah kamu posting segala yg ada kamu malah menyesatkan umat. Apa gunanya masjid? Kau kira makna azan itu apa?Umat malah ragu ttg kewajiban berjamaah malah gara2 kau orang lebih memilih solat dirumah. Belajar dan pahami yg baik jangan sampai kau merusak Islam. Kalo kau ragu sm hadist dan ayat tersebut masuk kristen ja kau tu bereskan.

Kalo Rasulullah hendak membakar rumah pria yang tidak sholat berjamaah bukan berarti beliau tidak sinergi dengan Al-Qur’an, Tapi Itu berarti beliau sayang kepada umatnya, toh itu hanya ancaman saja dan secara praktek tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah. Beliau hanya mau memberi tahu kepada umatnya bahwa betapa pentingnya shalat berjamaah itu dan pasti ada sesuatu yang sangat besar dibalik shalat berjamaah. Kalo tidak kenapa beliau sampai mengancam segala padahal Rasulullah orang yang berhati lembut. Percayalah Rasulullah hanya ingin umatnya mendapat yang terbaik dan mendapat keselamatan di hari akhir. Ingatlah yang akan dinilai pertama kali dari manusia nanti adalah shalatnya.

Awas saudaraku, rasa nikmat solat sendirian kita itu mungkin tipuan iblis, syaitan & nafsu.

Kata guru aqidah/tauhid kami kita solat dgn rasa takut, harap & cinta kpd Allah. Bukan cari manis/nikmat solat. Nikmat ibadah itu kurniaan Allah kpd mereka yg dipilihNya, jangan dicari/dituntut.
Sedang solat berjemaah itu sunnah Nabi. Kenapa kita meremehkan?

definisi munafik sudah jelas .. justru org yg ke mesjid dengan maksud untuk tidak di bilang munafik maka mereka sudah mengidap kemunafikan … sholatlah di waktu2 yg sudah di tentukan .. itu perintah Nya

hadis itu hanya perumpamaan bagaimana rasul ingin agar semua umat muslim melaksanakan shalat wajib berjamaah, bukan mau membakar rumah umat muslim yang tidak datang untuk shalat berjamaah. faktanya tidak ada 1 rumah muslim pun yang dibakar oleh rasul


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: